Haii
sobat Ini adalah cerita tentang masa-masa SMA yang kebanyakan orang beranggapan
sebagai masa yang paling menyenangkan dalam perjalanan hidup kita. Termasuk
cerita dibalik setiap buku catatan dan lembar ujian. Tetapi SMA bukan sekedar
belajar dan ujian, SMA adalah cinta dan persahabatan. Cinta bisa datang kepada
siapa saja dan dimana saja.
Ini
adalah sebuah semi autobiografi yang diangkat dari cerita masa remaja Giddens Ko yang lalu dijadikannya novel
berjudul The Girl We Chased Together in Those Years
hingga kemudian ia nekad menjadikannya sebuah film layar lebar
pertamanya. Memang secara cerita tentang anak laki-laki bertemu dengan anak
perempuan dengan setting SMA memang sudah terlalu familiar, tapi mengingat ini bersetting di taiwan yang notabene
budaya dan pergaulan remajanya tidak berbeda terlalu jauh dengan kita. You Are
The Apple of My Eyes menjadi terasa akrab untuk saya atau siapa saja yang
pernah merasakan manisnya masa-masa SMA itu.
Ceritanya
ada 5 orang sahabat, Ko-Ching Teng, Hsu Bo Chun (Bo-Chi), Lau Tsau (Tsao
Kuo-Sheng), A Ho dan Liao Ying Hung yang menyukai seorang gadis paling pintar
dikelas, Shen Chia-Yi. Tapi Shen Chia-Yi lebih tertarik pada Ko Teng yang
terkenal bodoh dan malas itu.
Ko-Ching
Teng, adalah seorang pelajar high school, dengan kelakuan yang jauh dari
standar dari proses menuju dewasa. Berjiwa bebas, childish, bertindak
sesukanya, bahkan lebih suka telanjang tanpa sehelai benang ketika ia
beraktivitas dirumah. Ya, Ching Teng mungkin adalah standar bagi siswa bandel
ditahun 1994, ditambah lagi prestasi
akademisnya yang sangat jelek akibat keputusan anehnya yang tidak mau
belajar karena beralasan tidak ingin lebih hebat dari siswa terpintar
disekolahnya.
Wanita itu adalah Shen Chia-Yi, siswa manis pujaan hati sebetulnya dari Ching Teng yang telah berteman dengannya sejak high school, pelajar teladan yang selalu mengisi waktu luangnya dengan belajar dan belajar, perempuan yang dewasa dari cara berpikir maupun bertindak. Suatu ketika Chia Yi mendapatkan sebuah tugas yang tidak menyenangkan, dimana ia diminta oleh kepala sekolahnya untuk mengawasi Ching Teng (yang dihukum akibat tindakan bodoh, yaitu masturbasi dikelas).
Wanita itu adalah Shen Chia-Yi, siswa manis pujaan hati sebetulnya dari Ching Teng yang telah berteman dengannya sejak high school, pelajar teladan yang selalu mengisi waktu luangnya dengan belajar dan belajar, perempuan yang dewasa dari cara berpikir maupun bertindak. Suatu ketika Chia Yi mendapatkan sebuah tugas yang tidak menyenangkan, dimana ia diminta oleh kepala sekolahnya untuk mengawasi Ching Teng (yang dihukum akibat tindakan bodoh, yaitu masturbasi dikelas).
Shen Chia-Yi
bersikap serius dan memaksa Ko Ching Teng mematuhi semua tugas dan aturannya,
tapi perlahan justru terjebak dalam permainan asmara. Walau sering bertengkar
tetapi bertengkarnya mereka itu ke arah yang bagus, mereka bertengkar bukan
cari masalah tapi malah memecahkan masalah dan mendiskusikan banyak hal.
Clearly karena perbedaan sifat, cara mereka memandang hal-hal didunia ini jelas
berbeda. Disitulah yang menjadi titik ‘pemecahan masalah’ mereka. You Are The Apple of My Eyes adalah film yang
memuaskan. Memang sebuah paket yang tidak megah, aman dan cukup standar, namun
menyaksikan film ini seperti membawa saya atau penikmat film kembali kesalah
satu masa indah itu, berkat tampilan jujur dan bebas yang dihadirkan Giddens
Ko. Kisah cintanya mempesona, cerita persahabatan juga menyentuh, dan humor
yang diberikan juga tepat sasaran.
Lalu
disini saya akan menceritakan ulang cerita itu kedalam blog saya secara detail
dan terstruktur yang insya Allah akan jelas memaksa kalian untuk memutar
pikiran kalian kembali ke masa-masa SMA :D haha jadi seperti ini ceritanya,
selamat menyimak J
“setiap lelaki ingin menjadi yang
terkuat di dunia ini, aku juga tidak terkecuali” kata-kata itu yang keluar dari mulut
Ko-Teng dalam ceritanya Ko-Teng pun berusaha keras untuk menjadi yang terbaik
di dunia ini. akan tetapi dia malas belajar sampai akhirnya “jika kita mencari sesuatu untuk dikerjakan, tentunya
tidak akan terlalu bosan” dikerjakan hal apa? Ternyata dia dan
temanya Hsu Bo Chun malah onani dikelas, lalu salah satu temannya yaitu Tsau
Kuo-Sheng yang menjadi juri dalam perlombaan onani itupun menjepret dengan
karet ke arah alat vital Hsu Bo Chun dan dia pun berteriak, hingga akhirnya
terdengar oleh ibu guru yang sedang mengajar, Hsu Bo Chun disuruh membaca sampai
mana dia tidak menyimak tapi si Ko-Teng malah ketawa-ketawa dan dia juga yang
kena, Ko-Teng juga disuruh berdiri dan membaca apa yang sudah dia simak, dia
menolak, lalu si guru memarahinya untuk berdiri dan dia berdiri, taratttttttt,
celananya dalam keadaan parah, alat kemaluannya terlihat. Haha emang parah si Ko-Teng dia juga kan
berpendapat bahwa menunjukan sisi terbodoh dalam diri kita juga merupakan salah satu cara
untuk mengejar wanita
Mereka
berdua dihukum, dan Shen Chia-Yi mendapat tugas yang tidak mengenakan dari
kepala sekolahnya, agar Ko Teng ditempatkan duduk didepannya, dan dia diminta
mengawasinya dan bantu Ko-Teng dalam belajar. Setelah itu akhirnya Ko-Teng
pindah tempat duduk didepan Shen-Chia Yi. (ada percakapan lucu disini loh gan).
Ko-Ching Teng : dipindah ke tempat seperti ini, sial, sial
Shen Chia Yi: yang sial sebenarnya siapa ? duduk didepanku, jangan
melakukan perbuatan kekanak-kanakan lagi. Merepotkanku.
Ko-Ching Teng : jadi murid teladan emang enak, asalkan nilai bagus, bisa seenaknya
protes orang
Shen Chia Yi: siapa juga yang ingin mempedulikanmu
Ko-Ching Teng : iya deh kamu hebat, kamu pintar
Keesokan
harinya.
Dipagi
hari yang cerah, ada awan gelap yang menghujani siswa-siswi dikelas itu, itu
karena dipagi hari ini mereka harus sarapan pelajaran bahasa Inggris yang gurunya
terkenal galak, Ko-Teng pun mengatakan dalam suaranya, “guru yang menstruasinya
sedang parah”. Semua terlihat tegang. Si Ibu guru itu melihat dengan tatapan
yang tajam, tatapan yang sedang ingin memakan makanan yang ada didepannya. Lalu
ibu itu berkata “yang tidak membawa buku bahasa inggris harap berdiri” dan
Shen-Chia Yi disitu terlihat bingung mencari-cari bukunya, dia terlihat panik
dan wah kayanya dia ga bawa bukunya.
“Awalnya aku pikir, jika
suatu hari bisa melihat murid teladan seperti Shen Chia-Yi berbuat kesalahan
memalukan dikelas, tentu adalah hiburan terbesar disekolah” maksudku “awalnya”
Pada
saat Shen Chia-Yi akan berdiri, tiba-tiba dari depan Ko-Ching Teng memberikan
bukunya ke meja dibelakangnya, yaitu meja Shen Chia-Yi, lalu dia berdiri.
Ko-Teng dimarahi Oleh si ibu gurunya dia diminta mengangkat bangku.
(gambar pada saat memberikan buku
miliknya kepada Shen Chia-Yi dan dia rela dihukum)
Dan
lagi-lagi Ko-Teng terkena marah serta hukuman. Ada yang menarik disini, saat
Shen Chia-Yi belajar dengan buku itu wajahnya terlihat penuh kesalahan seperti
sedang bersedih, dia murung, dia telah mengakibatkan Ko-Teng dihukum, akan
tetapi dia tersenyum saat melihat dibuku bahasa Inggris milik Ko-Teng, terlihat
tulisan Ko-Teng yang mengatakan “Shen
Chia-Yi, kalo tidak so diam sebetulnya cukup manis juga” Shen Chia-Yi
tertawa tipis saat melihat bacaan itu.
Keesokan
harinya.
Ko-Teng
terlihat sedang makan, lalu ada seseorang yang menusuknya memakai pulpen dari
belakang, dia Shen Chia-Yi.
Ko-Ching Teng : apaan?
Shen Chia Yi: kemarin terimakasih
Ko-Ching Teng : ngak apalah, lagian kulit mukaku tebal
Shen Chia Yi: terimakasih
Ko-Ching Teng : lebih baik kamu traktir aku minum dari pada kamu bilang
terimakasih, aneh sekali
Shen Chia Yi: boleh aku bertanya? kenapa kamu tidak belajar?
Ko-Ching Teng : belajar kok,
tapi kalau aku belajar giat, kemampuanku terlalu hebat, sampai sampai aku sendiri pun takut. Hati-hati jika aku belajar. Aku pasti langsung mengalahkanmu
tapi kalau aku belajar giat, kemampuanku terlalu hebat, sampai sampai aku sendiri pun takut. Hati-hati jika aku belajar. Aku pasti langsung mengalahkanmu
Lalu
Ko-Teng pergi meninggalkan Shen Chia-Yi.
Saat
pulang, Shen Chia-Yi memberikan soal untuk Ko-Teng kerjakan, tapi Ko-Teng
sangat terlihat angkuh dan sombong dia memandang orang pintar itu bisa
seenaknya menyuruh orang dan memandang rendah lain, tapi berbeda dengan pendapat
Shen Chia-Yi.
Shen Chia Yi: yang aku pandang rendah bukan
orang yang nilainya jelek, yang aku pandang rendah adalah orang yang sendirinya
tidak mau giat belajar, tapi merendahkan orang yang giat belajar.
Mendengar
perkataan itu sedikit membuat Ko-Teng terdiam, baru kali ini orang yang katanya
hebat ternyata ada orang yang bisa membuatnya terpaku, yaitu Shen Chia-Yi.
(gambar pada saat Shen Chia-Yi
memberikan soal kepada Ko-Teng untuk dikerjakan)
Menurut
cerita, Shen Chia-Yi hampir setiap hari memberi soal kepada Ko-Teng karena
memang diperintah untuk membantu dia dalam belajar kata kepala sekolahnya.
Keesokan
harinya, saat Ko-Teng baru datang ke kelasnya, Ko-Teng langsung menunduk tidur
karena dia memang begitu, saat itu kembali ada yang menusuk dia dari belakang
dengan menggunakan pulpen, wanita itu, Shen Chia-Yi. Shen Chia-Yi meminta soal
yang kemarin dia berikan apakah sudah dijawab, ternyata ketika diperiksa banyak
yang salah Ko-Teng tidak melihat buku panduan yang dipinjamkannya, Ko-Teng diminta
mengoreksi pekerjaanya.
Ko-Ching Teng : Belajar benar-benar menyebalkan.
Shen Chia-Yi: Mangkanya, orang yang bisa belajar itu hebat.
Hari
berikutnya juga tetap seperti itu, setiap kali Ko-Teng baru datang kedalam
kelas dia selalu menunduk seperti ingin tidur, dan lagi-lagi ada yang
menusuknya memakai pulpen dari belakang. Disaat itu teman-teman yang lainnya
sedang bercanda disekitar mereka berdua. Shen Chia-Yi menagih soal matematika
berikutnya yang telah diberikan kepada Ko-Teng, lalu ternyata lagi-lagi masih
ada yang salah, Ko-Teng diminta mengoreksinya lagi 10 menit. Ada perkataan lucu
yang keluar dari mulut Ko-Teng saat ia diminta mengoreksi hasil pekerjaanya. “untuk kepintaranku,
5 menit saja masih berlebih” semua teman yang berada disekitarnya
langsung melihat kearahnya saat ia mengucapkan kata sombong nan konyol itu. Haha :D
Saat
pengumuman nilai ulangan matematika, mata Ko-Teng sangat ambisius, matanya
mengaharapkan sesuatu, dan pada saat namanya terpanggil, ternyata teman-teman
semua mendengung kata salut kepadanya, Ko-Teng hanya tersenyum dan mengambil
kertas ujiannya, (gue gatau berapa nilainya :D yang pasti kayanya gede aja).
Lalu Bapak gurunya mengatakan “wah akhir-akhir ini lebih giat ya” Ko-Teng
berjalan ke arahnya dan hanya berkata “tidak kok aku jenius” sambil tersenyum-senyum
lalu kembali ke tempat duduknya. Dari belakang Shen Chia-Yi juga terlihat
tersenyum, ia berkata:
Shen Chia Yi: jenius
ya? Pandai sekali ngomong
Ko-Ching Teng : (langsung melihat ke arah belakang) sebetulnya apalah
hebatnya bisa mengerjakan ini. aku berani bertaruh, 10 tahun lagi walaupun aku tidak tahu apa itu “Log”, aku masih bisa hidup
baik-baik.
Shen Chia Yi: emmm...
Ko-Ching Teng : kamu tidak percaya?
Shen Chia Yi: percaya kok,
Ko-Ching Teng : percaya lalu kenapa masih belajar giat?
Shen Chia Yi: dalam kehidupan manusia memang
banyak usaha yang tidak membuahkan hasil
Ko-Ching Teng : kamu suka sekali menirukan orang dewasa bicara
Shen Chia Yi: seperti kamu yang berkelakuan kekanak-kanakan seperti
ini, terhadap kehidupanmu tidak ada gunanya
Ko-Ching Teng : kamu kan belum pernah melakukannya, bagaimana bisa tahu?
Shen Chia Yi: banyak hal yang tidak perlu dilakukan pun kita sudah
tahu bahwa itu tidak ada gunanya.
(Ko-Teng sembari kembali menghadap
kedepan dengan memperlihatkan wajah kekalahan)
Karena
melihat prospek Ko-Teng yang terus meningkat, Shen Chia-Yi menyuruh Ko-Teng
untuk tinggal disekolah hanya untuk belajar, karena Shen Chia-Yi bila tidak ada
les dia memilih menginap disekolah, dan kali ini ia mengajak Ko-Teng, awalnya
Ko-Teng menolak tapi saat ia tahu bahwa Shen Chia-Yi juga sama begitu tinggal
disekolah, ia akhirnya mau, dan itu dilakukan setiap saat, sampai ia menginjak
kelulusan. Saat suatu malam Ko-Teng tiba-tiba mengusili Shen Chia-Yi yang
tengah belajar giat dan penuh keseriusan. Dari arah belakang Ko-Teng terus
melirik Shen Chia-Yi yang tidak jauh dihadapannya. (Berikut percakapannya):
Ko-Ching Teng : serius nih,
meskipun aku ganteng, cerdas, humoris, tapi kamu jangan gampang jatuh cinta terhadapku. Karena aku adalah seekor serigala kesepian ditengan angin...
meskipun aku ganteng, cerdas, humoris, tapi kamu jangan gampang jatuh cinta terhadapku. Karena aku adalah seekor serigala kesepian ditengan angin...
Shen Chia Yi: terimakasih, tapi aku tidak suka laki-laki yang lebih
bodoh dari aku
(Shen Chia-Yi tidak melihat ke arah
Ko-Teng yang ada dibelakangnya, dia menjawab asal dengan terus memperhatikan
buku yang sedang dipelajarinya)
Ko-Ching Teng : bodoh?
aku takut akan merebut juara satumu disekolah. Barulah aku menahan diri, membiarkanmu, sengaja kalah darimu!
aku takut akan merebut juara satumu disekolah. Barulah aku menahan diri, membiarkanmu, sengaja kalah darimu!
Shen Chia Yi: jangan sungkan-sungkan. Tolong deh jangan bersabar
seperti itu
(masih tidak melihat ke belakang)
Ko-Ching Teng : berani tidak kita taruhan? Taruhan..... rambut!
Shen Chia Yi: bagaimana taruhannya? (menggerakan kepalanya, sediikit mempertimbangkan)
Ko-Ching Teng : kalau kamu menang dari aku di ujian bulanan, terserah kamu
mau mengerjaiku apa saja. Tapi kalau aku menang, kamu harus ikat rambut selama
sebulan.
Shen Chia Yi: terserah sih, lagi pula tidak mungkin
Dengan
kepercayaan diri yang selangit itu membuat Ko-Teng terpesona, ia sangat yakin
akan mengalahkan Shen Chia-Yi di ujian bulanan.
(disini
banyak segmen yang dipercepat, tapi adegan ini yang paling saya suka, disini
ditunjukkan kedekatan Shen Chia-Yi dan Ko-Ching Teng yang semakin hari semakin
dekat dan menyenangkan, disetiap harinya mereka belajar dengan tekun
bersama-sama, disekolah ataupun ditaman, malam atau siang, seperti biasa Shen
Chia-Yi sering menusuk Ko-Teng dengan pulpen diseragam bagian belakangnya,
disinilah rasa itu muncul)
Pagi
itu semua siswa sedang berkumpul dihadapan mading, hanya untuk melihat siapa
yang lulus atau tidak lulus diujian bulanan, berbeda dengan Ko-Teng dia enggan
seperti teman-temannya yang lain, karena ia sudah yakin lulus dan sangat yakin
menjadi juara satu. Saat Shen Chia-Yi yang berada dipaling depan antrian itu
melihat ke belakang, dan dia mengacungkan jarinya, jari telunjuk dan jari tengah
ke arah Ko-Teng yang berdiri dibelakangnya seraya tersenyum, itu artinya
Ko-Teng hanya meraih ditempat kedua dan Shen Chia-Yi menempati rangking
pertama. Lalu dimalam harinya mereka berdua kembali tinggal disekolah untuk
belajar, Ko-Teng mengerti ada yang mengganjal dihatinya, mengapa Shen Chia-Yi
tidak menagih taruhan yang pernah disepakati, akan tetapi Ko-Teng seorang pria
yang gentlemen, tanpa menunggu ia langsung pergi dari dalam kelas mengayuh
sepedanya disaat cuaca dimalam itu sedang hujan, ia pergi ke tukang pangkas
rambut hanya untuk dipotong rambutnya karena ia menerima kekalahan yang telah
diterimanya dari Shen Chia-Yi.
Ko-Ching Teng : bos, aku ingin potong gundul yang ganteng
Tukang salon: dasar, mana ada potong gundul yang ganteng
Ko-Ching Teng : ada ! kalau tidak percaya potong saja
Saat
Ko-Teng kembali kedalam kelas, Shen Chia-Yi berbalik ke belakang, ia terkejut
ketika Ko-Teng datang dengan rambutnya yang telah dipotong gundul (gundul
ganteng hehe). Shen Chia-Yi lalu kembali menghadap kedepan dengan menutup
mulutnya dan tertawa-tawa. Aku berhutang padamu, ucap Ko-Teng kepada Shen
Chia-Yi.
(gambar gundul ganteng Ko-Teng)
Keesokan
harinya, mereka berkumpul karena sedang jam istirahat mereka berlima berkumpul
di area lapang, tiba-tiba saja pandangan mereka satu per satu melihat kearah
kiri dengan sangat terpana mereka berlima seperti melihat seorang bidadari,
benar saja, dia adalah Shen Chia-Yi, dia mengkiat rambutnya. Mereka berlima
lalu memperdebatkannya dengan ucapan-ucapan bahwa mereka sangat menyukai gadis
yang diikat rambutnya.
“aku tidak tahu mengapa Shen
Chia-Yi mengikat rambutnya meskipun dia menang, tapi sejak saat itu. Aku merasa
belajar giat ternyata menjadi sebuah hal yang sangat menyenangkan”. (ucapan
Ko-Teng)
Pada hari itu uang kas kelas sebagian hilang,
dan salah satu guru (mungkin kalo kita menyebutnya guru pks kesiswaan) lalu
guru itu menyangka, siapa lagi kalau bukan penghuni kelas disitu yang merasa
pintar yang mengambilnya, guru itu menuduh salah seorang siswa telah mengambilnya
dan orang itu berasal dari kelas itu juga, dan akhirnya tidak ada yang mengaku,
lalu si bapak memerintahkan murid untuk mengambil kertas dan pena untuk menulis
siapa yang menurut mereka semua yang telah mengambil uang itu, istilahnya
memvoting. Tidak ada juga yang nurut guru itu marah besar. Tapiiiii
Dibelakang Tsao Kuo-Sheng berdiri dengan
lagak pemberani.
Bapak
Guru: Tsao
Kuo-Sheng, apa yang kamu lakukan?
Tsao Kuo-Sheng: pak, bagaimana bisa, kamu menyuruh kita
menuduh teman sekelas kita sendiri ?
Bapak
Guru: saya gurunya atau
kamu gurunya ? (dengan sentakkan)
Ko-Ching
Teng ikut berdiri.
Ko-Ching
Teng: anda adalah guru, tapi
anda adalah sampah! (menyentak)
Bapak
Guru: apa kamu bilang?
(menunjuk kearah kepala Ko-Teng)
Ko-Ching
Teng: aku bilang anda adalah
sampah!
Bapak
guru itu tiba-tiba mengangguk-nganggukan kepalanya.
Bapak
Guru: Ko-Ching Teng, Tsao
Kuo-Sheng saya curiga kalian berdua pelakunya. berikan tas kalian padaku,
kalian yang pertama aku periksa
Shen Chia-Yi tiba-tiba juga ikut
berdiri... (semakin seru)
Shen Chia-Yi: lapor pak, anda tidak boleh
melakukan itu
Bapak Guru: tidak boleh melakukan apa?
Shen Chia-Yi: anda tidak boleh menyuruh kami
voting,
tidak boleh menyuruh kami, untuk mencurigai teman kami sendiri, paling-paling kita semua membayar uangnya sekali lagi juga tidak apa-apa.
tidak boleh menyuruh kami, untuk mencurigai teman kami sendiri, paling-paling kita semua membayar uangnya sekali lagi juga tidak apa-apa.
Hu Chia Wei: betul, kita membayar lagi juga
tidak apa-apa (dia bicara hanya duduk)
Bapak Guru: jangan berpikir karena prestasimu
bagus, lalu bisa ngomong seenaknya, berikan tasmu (mengarah pada Shen Chia-Yi)
A-Ho: kami
tidak mau (seraya berdiri, ikut-ikutan) kami bukan pencuri
Hsu
Bo-Chun: sampah ! (ikut
berdiri juga bersama Liao Ying Hung )
Bapak Guru: apa yang kamu katakan? (menunjuk
kearah Hsu Bo-Chun)
Ko-Ching Teng: sampah ! (menyentak dihadapan wajah
Bapak Guru dengan kesal)
Bapak Guru: berika tas kalian semua kepada
saya !
Shen Chia-Yi: tidak mau..
(diikuti dengan semua murid yang
ikut berdiri menghadap sibapak yang so galak itu)
Ko-Ching Teng: pak, saya curiga anda tidak punya
kemaluan, keluarkan !
Bapak Guru: apa kamu bilang ? (dengan kesal
menunjuk kearah wajah Ko-Teng)
Ko-Ching Teng: Keluarkan ! (dengan wajah emosinal
kembali menyentak si bapak)
Bapak Guru: berikan tasmu!!
Tsao
Kuo-Sheng: kalau mau ambil saja !!
(dengan sangat keras Tsao Kuo-Sheng melemparkan tas miliknya tepat ke arah
bapak guru itu yang berada didepannya, dan lemparan itu ternyata memacu semua
teman-temannya untuk ikut melempari bapak itu dengan tas nya masing-masing).
Ceritanya
mereka berenam yang dikejadian tadi menentang Bapak Guru itu dihukum, yaitu
Ko-Ching Teng, Tsao Kuo-Sheng, Hsu
Bo-Chun, Liao Ying Hung, A-Ho dan wanita itu Shen Chia-Yi. Mereka berdua disuruh seperti ini :
Shen
Chia-Yi menangis.
Shen
Chia-Yi: kalian jangan terus melihatku,
aku merasa malu
Ko
Ching-Teng: sama sekali tidak
memalukan kok, kamu sangat hebat (tersenyum)
Tsao
Kuo Sheng: jangan terlalu serius.
Shen Chia-Yi, istirahat saja sedikit-sedikit. Asal-asalan saja, lagipula
guru-guru tidak ada yang melihat kok,
Liao
Ying Hung: sesekali menjadi murid
nakal kan enak juga
Shen
Chia Yi: sangat
memalukan (seraya menangis)
Ko-Ching
Teng : sejak SMP sampai sekarang,
barusan adalah satu-satunya hal yang aku merasa kamu lebih hebat dariku.
Shen
Chia-Yi, kamu benar-benar cantik, menagis pun juga cantik
Hsu
Bo Chun: iya betul, sangat
cantik, (merengeh-rengeh sambil tersenyum)
A Ho: membuat orang melotot
ingin melihat.
Dengan percakapan yang lucu itu pun bisa
membuat Shen Chia-Yi kembali tertawa meski ia menangis ditengah kekecewaannya
terhadap diri sendiri yang ikut-ikutan menentang pada kejadian tadi.
“tidak seperti tes, setiap soal yang rumit pasti ada
jawabannya. Dalam kehidupan nyata, ada beberapa hal yang tidak ada jawabannya”
“sebetulnya siapa yang
mencuri uang kas kelas,... tidak pernah ada yang tahu.. aku hanya ingat hari
itu, Shen Chia-Yi sangat-sangat cantik”. (ucapan Ko Ching-Teng).
Ceritanya
hari itu perpisahan siswa kelas 12, yang dimana itu adalah mereka. Shen-Chia-Yi
dipersilahkan keatas panggung untuk mewakili semua teman-temannya karena dia
adalah murid teladan lalu dia menyampaikan pesan dan kesannya.
“6 tahun
yang lalu ketika memasuki sekolah Jing-Cheng kita semua baru berumur 12 tahun
dan tidak tahu apa-apa. Meskipun angan-angan kita terhadap masa depan tak
terbatas, tapi kita tidak tahu disini kita belajar apa dan mendapatkan apa,
untunglah selama itu ada nasehat-nasehat para guru yang bijaksana, dan juga
persahabatan yang erat dengan teman-teman. Bersama-sama melewati kesulitan,
bersama-sama tumbuh dewasa. Bagiku sekolah Jing-Cheng adalah masa remajaku dan
juga adalah pengalaman hidupku yang paling indah . Setelah lulus, marilah kita
sekuat tenaga merentangkan sayap, terbang menggapai impian yang berbeda.
Teman-temanku sekalian semoga kelak kita berjumpa lagi!
3
tahun sudah mereka lalui, banyak hal yang mereka lewati bersama-sama. Dan kisah
mereka masih tetap berlajut hingga ke perguruan tinggi dimana Ko-Teng dan Shen
Chia-Yi terpisah.
Setelah
kelulusan...
“Akhirnya ujian masuk perguruan tinggi
dimulai, bagiku UMPT sepertinya bukanlah ujian untuk masuk kuliah, tetapi untuk
menunjukan hasil Shen Chia-Yi melatihku selama ini”
Tema
musim panas kali ini adalah air laut yang asin.
Mereka bertujuh berkumpul seperti yang
terlihat, dan mengucapkan harapan-harapan.
A Ho: setelah lulus,
pernahkah kalian berpikir beriktunya ingin bagaimana?
Liao
Ying Hung: aku ingin bekerja di
“Hsinchu Science and Industrial Park” dapat saham, untung banyak, lalu menikahi
Shen Chia-Yi atau Hu Chia-Wei.
(tersenyum
sambil tertawa ke arah Hu Chia-Wei)
Hu
Chia-Wei: siapa yang mau
menikah denganmu
(diikuti
senyuman-senyuman teman-teman yang lain).
Hsu
Bo Chun: aku ingin sekolah ke
luar negeri
Tsao
Kuo Sheng: kamu keluar negeri
buang-buang uang lah
Hsu
Bo Chun: sial kamu
A Ho: keluar negeri, aku
juga ingin sekolah keluar negeri, daftar beasiswa belajar MBA
Tsao
Kuo Sheng: aku ingin terus bermain
basket, masuk tim sekolah, dan kemudian masuk NBA
Shen
Chia Yi: bagaimana
dengan Hu Chia-Wei?
Hu
Chia-Wei: aku ya, ingin menikah
dengan orang kaya saja deh,
bagaimana dengan
Shen Chia-Yi?
Shen
Chia Yi: sebenarnya,
aku terhadap masa depan masih tidak memiliki banyak angan-angan. (tersenyum
tipis memandang langit sore).
Ko
Teng melihat ke arah Shen Chia-Yi dengan mimik muka tanda tanya.
Hu
Chia-Wei: ada satu orang yang
masih belum mengatakan
Shen
Chia-Yi melihat ke arah Ko-Teng.
Ko-
Ching Teng : aku ingin menjadi
orang yang hebat,
A Ho: itu sama saja dengan
tidak mengatakan apa-apa
Liao
Ying Hung: orang hebat yang kamu
maksud itu seperti apa?
Ko-
Ching Teng : membuat dunia ini
berubah karena ada aku, meskipun hanya sedikit
(Shen
Chia-Yi memperhatikan Ko Teng berbicara seperti itu, lalu Ko-Teng langsung
menatap Shen Chia-Yi, karena malu Shen Chia-Yi mengalihkan pandangan dan
tersenyum).
(Ko
Teng melihat ke arah Shen Chia-Yi, tetapi karena malu Shen Chia Yi mengalihkan
wajah, Ko Teng melanjutkan dalam hati “Dan
kamu adalah satu-satunya orang yang akan membuat duniaku lebih baik”.
Mendadak,
Shen Chia-Yi menelepon Ko-Ching Teng, dia menangis, karena dia tidak lulus
ujian UMPT, dia bilang dia hanya bisa belajar dan belajar, tapi ujian masih
tidak lulus, dia pun akhirnya kuliah di universitas taiwan of education
dipilihan keduanya.
(gambar pada saat Ko-Teng mendatangi
Shen Chia-Yi yang menelepon karena ia tidak lulus ujian UMPTN)
Melihat
Shen Chia-Yi menjadi guru memang cocok untuk dia, begitulah kata Ko-Teng.
Disini
Ko-Teng memberikan sesuatu kepada Shen Chia-Yi yang digambari sendiri olehnya,
yaitu baju, baju bergambar Apel dengan tulisan You Are The Apple of My Eyes. Ada percakapan lucu disini.
Ko-
Ching Teng : Shen-Chia Yi, setelah
kamu kuliah nanti, jangan biarkan laki-laki lain terlalu cepat mengejarmu yah,
Shen-Chia
Yi : kamu ngomong apa sih (tersenyum
dan tersipu malu).
Ceritanya
disitu mereka bertujuh berpisah, dan kini mulai memasuki jenjang universitas,
ini kali pertama Ko-Teng belajar tanpa Shen Chia-Yi. Namun perpisahan itu tidak
lantas membuat pengejaran Ko-Teng terhadap Shen Chia-Yi sirna, malah ini menjadikan
sebuah pelajaran untuk mereka berdua. Karena jarak tercipta agar kita
menghargai kehadiran rindu.
Itu pada
saat tahun 1998, telepon genggam masih jarang yang punya, sehingga telepon yang
berada di asrama tempat Ko-Teng tinggal pun selalu ramai mengantri-ngantri.
Ko-Teng selalu menelepon Shen Chia-Yi hingga dia tertidur dan kadang uang makan
Ko-Teng habis hanya untuk menelepon Shen Chia-Yi. (disalah satu waktu Ko-Teng
mengatakan demikian di telepon, ia minta saat penyambutan mahasiswa baru, jika
diadakan dansa, Shen Chia-Yi dilarang menghadirinya, Ko-Teng tidak mau ada yang
menggandeng tangan gadis itu).
“Karena... walaupun aku
belum berhasil mengejarmu, tapi bagaimana bisa aku memperbolehkan laki-laki
lain yang belum pernah mengejarmu menggandeng tanganmu, aku sendiri saja belum
pernah menggandeng.”
Akhirnya liburan saat natal tiba, Ko-Teng dan
Shen Chia-Yi tampak bersama, sangat-sangat romantis dengan musim dingin sebagai
temanya.
Percakapan kekanak-kanakan bodoh pertama
Ko-Teng,
Ko Ching-Teng: Hei, kita seperti ini, apakah bisa disebut pacaran?
Shen Chia-Yi: mengapa
tanya aku, (tersenyum malu)
Ko Ching-Teng: Taipei dingin sekali ya (sambil menggesek-gesekkan
tangannya)
Akhirnya Shen Chia-Yi memberikan sarung
tangannya yang sebelah kiri kepada si Ko-Teng, yang dimana itu adalah salah
satu kenangan yang terus disimpan Ko-Teng diakhir cerita.
(lihat
itu sarung tangan yang diberikan Shen Chia-Yi pada Ko-Teng)
(sarung
tangan berdesain apel)
Kebodohan, karena kekanak-kanakan Ko-Teng
yang Kedua, saat mereka sedang berjalan disekujur rel kereta api yang terlihat
seperti digambar berikut.
Shen-Chia
Yi : Ko Ching-Teng, apakah
kamu benar-benar menyukaiku?
Ko-Ching
Teng: suka kok, suka sekali
Shen-Chia
Yi : aku berpikir sepertinya
kamu menilaiku terlalu baik, aku sebetulnya tidak sebaik yang kamu pikir. Kamu suka
aku... membuatku merasa sedikit aneh.
Ko-Ching
Teng: aneh apanya?
Shen-Chia
Yi : aku juga memiliki sisi
yang tidak kamu tahu. Dirumah aku juga bisa ceroboh, emm... juga bisa emosi dan
kadang karena hal kecil saja marah-marah terhadap adikku, aku benar-benar....
biasa saja
(matanya
mengharapkan jawaban yang sesuai dengan harapannya, mengharapkan Ko Ching Teng
berbicara sesuatu, mata yang butuh pengertian, sepertinya ingin sekali melihat
ke belakang, namun Ko Teng tetap saja seperti orang bodoh, dia tidak tahu
apa-apa, dia tidak tahu apa yang dimaksud Shen Chia-Yi)
Mungkin
saja... yang kamu suka adalah, aku yang didalam imajinasimu saja
Ko-Ching
Teng: aku tidak seberapa bisa
berimajinasi kok,
(sedikit
tersenyum mendengar Ko Ching Teng yang mulai membuka suara meski tidak melihat
ke arah Ko Ching Teng yang terus berjalan dibelakangnya)
Shen-Chia
Yi : dengar, kamu pikir yang
serius, apakah kamu benar-benar menyukaiku?
Ko-Ching
Teng: suka kok,
(Shen
Chia-Yi mulai melihat ke belakang, memperlihatkan wajah kekecewaan yang
membuatnya kesal). Kamu kekanak-kanakan sekali, kamu belum berpikir serius,
kalau sudah berpikir serius baru beritahu aku. (lantas pergi meninggalkan Ko
Ching Teng yang berjalan dibelakangnya dengan wajah cemberut dan kecewa.
“Selama ini aku pikir
aku adalah orang yang sangat penuh percaya diri, tapi saat itu aku baru tahu,
bahwa didepan cewek yang aku suka, aku adalah seorang pengecut.”
Ko-Teng memikirkan sesuatu, dia takut apakah
Shen Chia-Yi akan menolaknya.
Kebodohan Kekanak-kanakan Ko-Teng berikutnya
Shen Chia-Yi dan Ko-Teng kembali berdua untuk
menuliskan kata-kata atau kalimat-kalimat yang akan diterbangkan keatas langit
melalui balon udara, atau biasanya disebut harapan-harapan dan angan-angan yang
terpendam akan dituliskan di balon itu yang akan menyampaikannya kepada Tuhan.
Masing-masing tidak boleh tahu ia menuliskan apa.
Lalu pada saat akan melepaskan Ko-Teng
mengatakan sesuatu:
Ko-Ching
Teng: Shen Chia-Yi, aku sangat
menyukaimu, amat sangat menyukaimu. Suatu hari nanti aku akan mendapatkanmu,
sepuluh juta persen, aku akan mendapatkanmu
Shen
Chia-Yi: apa kamu ingin tahu
jawabannya? aku bisa memberitahumu sekarang
Ko-Ching Teng: tidak,
aku tidak bertanya padamu, jadi kamu juga tidak boleh menolak aku.
(wajah
Shen Chia-Yi tampak sedikit kecewa dan cemberut, padahal ia telah menuliskan
sesuatu dibalon yang akan membuatnya lebih bahagia bila Ko-Teng menanyakannya)
Shen
Chia-Yi: kamu benar-benar
tidak ingin tahu ?
Ko-Ching
Teng: tolong jangan beritahu aku
sekarang.... biarkanlah aku tetap menyukaimu
Dan
akhirnya dilepaskannya balon itu dengan sisa-sisa peninggalan kata-kata yang
tidak diucapkan.
Selepas
itu mereka terus bersama, bulan ke bulan, 3 tahun kuliah mereka lalui dengan
didasari penungguan. Dan kembali kekanak-kanakan Ko Ching-Teng terlihat saat ia
ingin memperlihatkan apa yang bisa membuat Shen Chia-Yi bangga terhadapnya,
yaitu mengadakan turnamen tarung derajat atau boxer istilahnya, sebelumnya Shen
Chia-Yi tidak setuju tapi keukeuh Ko-Teng tetap mengadakannya, membuat Shen
Chia-Yi marah besar. Di tarung derajat itu pun Ko-Teng kalah dan tersenyum saat
melihat Shen Chia-Yi hadir menonton, tetapi Shen Chia-Yi kesal dengan tingkah
Ko-Teng yang sangat kekanak-kanakan. Ada pertengkaran hebat disini saat Shen
Chia-Yi menunggu Ko-Teng didepan asrama ia tinggal. Suasana saat itu sedang
hujan yang menambah ketegangan.
Shen Chia-Yi: Ko Ching-Teng, kamu sengaja mengadakan turnamen seperti
ini membuat dirimu terluka. Kenapa kamu kekanak-kanakan sekali?
Ko Ching-Teng: Kekanak-kanakan ?
Shen Chia-Yi: Ya, Kekanak-kanakan ! sangat kekanak-kanakan!?
aku tanya kamu, kamu mengadakan turnamen seperti ini, apa yang dapat kamu pelajari dari sana?
aku tanya kamu, kamu mengadakan turnamen seperti ini, apa yang dapat kamu pelajari dari sana?
Ko Ching-Teng: Pelajari ? kenapa mengerjakan sesuatu harus mempelajari
sesuatu?
Shen Chia-Yi: setidaknya kamu belajar bahwa turnamen seperti ini
membuatmu terluka dan luka seperti ini sama sekali tidak perlu! Kamu
benar-benar kekanak-kanakan, aku hanya bisa berkata kamu memang pantas terluka
seperti itu!
Ko Ching-Teng: aku kekanak-kanakan ? kamu tahu tidak turnamen kali ini
bagiku adalah pengalaman yang luar biasa? bisa tidak kamu membiarkan aku
senang?
Shen Chia-Yi: apakah kamu akan mengadakan turnamen seperti ini lagi
di kemudian hari?
Ko Ching-Teng: tentu saja, mengapa tidak ?
Shen Chia-Yi: kekanak-kanakan
Ko Ching-Teng: kenapa kamu selalu melawan hal yang penting bagiku?
Shen Chia-Yi: jadi hal yang penting bagimu adalah menyakiti dirimu
sendiri?
Ko Ching-Teng: Ya, memang benar! Aku memang kekanak-kanakan, baru bisa
mengejar cewek serajin kamu! Aku memang kekanak-kanakan baru bisa mengejarmu
selama ini.
Shen Chia-Yi: Ya sudah kalau begitu jangan mengejar lagi
air
mukanya seperti ingin menangis saat melantangkan suaru itu, lantas mendengar
kata itu Ko-Ching Teng berjalan pergi ditengah hujan dengan wajah nampak kesal
dan kecewa.
Shen Chia-Yi: Bodoh (berjalan melihat Ko-Teng yang tengah beranjak
pergi)
Ko-Ching teng: ya memang, aku memang bodoh (berteriak)
Shen Chia-Yi: tolol (kembali berteriak)
Ko-Ching Teng: hanya orang tolol yang mengejarmu selama itu
Shen Chia-Yi: kamu tidak mengerti apa-apa
Ko-Ching Teng: Ya, aku memang tidak mengerti apa-apa.
“dalam pertumbuhan menuju dewasa, hal yang paling kejam
adalah perempuan selamanya selalu lebih dewasa dari laki-laki seumurnya.
Kedewasaan seorang perempuan, tidak ada satupun laki-laki
yang bisa menampungnya”.
Kabar
pertengkaran hebat itu cepat terdengar oleh teman-teman Ko-Ching Teng yang
lainnya, ini kesempatan untuk mereka merebut Shen Chia-Yi yang sudah tidak akur
dan bersama lagi dengan Ko-Teng alias lepas dari pengejaran serigala kesepian.
Lao
Tsau terlalu bersamangat, ia mengendarai sepeda motor dari Tainan ke Taipei,
bersiap-siap untuk menembak Shen Chia-Yi. A-Ho membeli tiket kereta tercepat ke
Taipei.
Kesimpulanya
adalah..... kereta lebih cepat.
A-Ho: meskipun
kita selalu ada topik bicara, tapi aku dari awal sudah tahu, bahwa orang yang
kamu suka adalah Ko-Teng. Yang tidak pernah bisa aku pelajari dari dia adalah,
sifat kekanak-kanakan yang paling kamu benci, tapi setiap kali kamu memarahi
Ko-Teng kekanak-kanakan... aku selalu cemburu. Karena sebetulnya setiap kali
saat kamu memarahi dia kekanak-kanakan, kamu terlihat sangat cantik.
Shen Chia-Yi: kenapa kamu mengatakan ini kepadaku?
A-Ho: jika
aku tidak melakukan apapun, kamu dan Ko-Teng akan berdamai cepat atau lambat,
ya kan? (mulai memegang tangan Shen Chia-Yi).
A-Ho: maaf,
kali ini aku harus memanfaatkan kesempatan ini.
Lao
Tsau telah sampai di depan gerbang tempat Shen Chia-Yi berkuliah, namun apalah
daya, saat ia melihat di zebra croos terlihat A-Ho sedang menggandeng Shen
Chia-Yi. Menyaksikan itu, Lau-Tsao langsung menyalakan lagi motornya, maju
terus ia kecewa berat.
“Terhadap teman baik
sendiri, ingin mengucapkan selamat pun terasa terpaksa”.
Putus
cinta, Ko-Teng kehilangan Shen Chia-Yi, masa mudanya sama sekali tidak tersisa
lagi ia rindu saat melihat orang-orang mengantri didepan telepon umum. A-Ho dan
Shen Chia-Yi hanya bersama dalam waktu singkat yaitu 5 bulan saja. Tetapi itu
juga sudah membuat Ko-Teng cukup iri.
Pada
tahun 1999 terjadi gempa dashyat yang terjadi di Taipei, dan di Taipei adalah
tempat Shen Chia-Yi tinggal, dengan keadaan Ko-Teng yang berada didalam ruangan
dan sangat dipenuhi oleh orang-orang yang turut ingin menelepon untuk
menghubungi saudara-saudaranya namun harus mencari sinyal, Ko-Teng segera
keluar untuk mencari sinyal, ia berlari-lari ratusan meter hanya untuk mencari
gelombang sinyal yang akan menghubungkan teleponnya dengan Shen Chia-Yi, ia sangat
khawatir dengan Shen Chia-Yi, sudah lama berlari, akhirnya ditemukannya sinyal
disuatu tempat. Ia langsung menelepon Shen Chia-Yi.
Shen Chia-Yi: halo, Ko-Teng.. aku baik-baik saja tapi banyak sekali
orang-orang dijalanan.
Ko-Ching Teng: mengagetkan sekali, aku baru mendengar bahwa pusat gempa
mungkin di Taipei, ada sebuah hotel roboh total. Yang paling penting...
syukurlah kalau kamu baik-baik saja.
Shen Chia-Yi: terimakasih
Ko-Ching Teng: baiklah, kamu tidak apa-apa, kalau begitu aku...
Shen Chia-Yi: aku benar-benar terharu, sungguh !
Ko-Ching Teng: terharu kepalamu lah, kamu adalah wanita yang aku kejar
selama bertahun-tahun, kalau kamu hilang.
Aku cari siapa untuk mengembalikan kenangan kita.
Shen Chia-Yi: masih berani ngomong, 2 tahun ini kamu tidak pernah
menelepon aku
Ko-Ching Teng: eh, kamu yang tidak menelepon aku, masih berani ngomong.
jadi apa yang kamu lakukan akhir-akhir ini?
Shen Chia-Yi: tidak ada, ya tetap saja sekolah dan belajar.
kamu
sendiri? Jangan bilang kamu sering bolos
Ko-Ching Teng: tentu saja, aku sebetulnya kan memang tidak suka belajar,
demi kamu aku baru mau belajar
Shen Chia-Yi: wah, kamu pintar sekali ngomong
(Malam itu mereka membicarakan banyak
sekali kenangan. Sangat banyak sekali hari-hari dimana Ko-Teng sangat rajin
belajar hanya demi untuk mengejar Shen Chia-Yi).
Ko-Ching Teng: umm...kamu sudah punya pacar?
Shen Chia-Yi: mau tahu aja
aku
pernah jadian dengan A-Ho.
Ko-Ching Teng: aku tahu kok dia bilang padaku,, tapi kemudian kenapa
putus? aku pengen menanyakannya, tapi berpikir benar-benar kesal. apa dia tidak
cukup baik bagimu?
Shen Chia-Yi: tidak juga, aku hanya merasa dia tidak cukup
menyukaiku.
Ko-Ching Teng: A-Ho benar-benar menyukaimu!
Shen Chia-Yi: karena pernah kamu sukai, aku jadi sulit untuk merasa
orang lain benar-benar menyukaiku.
Ko-Ching Teng: wow, se~mengharukan itu ya? (tersenyum)
Shen Chia-Yi: kamu jangan merusak suasana yah sekarang...
Ko-Ching Teng: Shen Chia-Yi, bolehkah aku bertanya?
mengapa waktu itu kamu tidak mau menjadi pacarku?
mengapa waktu itu kamu tidak mau menjadi pacarku?
Shen Chia-Yi: sering mendengar orang berkata, bahwa. Dalam
percintaan, masa paling romantis adalah masa-masa pendekatan. Pada saat sudah
benar-benar jadian, banyak perasaan yang akan hilang sirna. Jadi aku berpikir,
lebih baik aku membiarkanmu mengejarku lebih lama. Dari pada saat benar-benar
sudah jadian jadi tidak romantis. Kalau begitu kan aku yang rugi.
Ko-Ching Teng: sialan kamu yah..
(sambil melihat ke
langit)
Shen Chia-Yi, apa kamu percaya dengan dimensi paralel?
(Dimensi dimana diri kita yang lain berada disana dan melakukan hal yang berbeda dari yang kita lakukan sekarang).
Ko-Ching Teng: Mungkin, di dimensi paralel itu, kita sekarang bersama.
Shen Chia-Yi: benar-benar iri terhadap mereka yah, terimakasih karena
kamu telah menyukaiku
Ko-Ching Teng: aku juga suka. Pada diriku yang menyukaimu pada saat itu.
Kamu selamanya adalah hal yang terindah dimataku.
Akhirnya
ditahun-tahun itu Ko-Teng malah asik memainkan laptopnya dengan menulis cerita di
internet atau bahasa sekarang ngeblog,
disaat yang lainnya sedang sibuk belajar untuk ujian S2, kejadian ditelepon
kemarin mungkin dianggapnya suatu perpisahan berikutnya.
“hidup
adalah pertempuran yang tidak pernah berhenti”
Kabar dari teman-temannya terus berdatangan,
ia senang saat mendengar rekan-rekannya telah sukses diluar sana, terutama Hu
Chia-Wei yang pernah ia sindir, ternyata apa yang disindrikannya kini menjadi
sesuatu yang berharga untuk perkembangan zaman.
“Jadi, orang
yang bisa mewujudkan impian bukanlah selalu orang yang pintar, melainkan orang
yang tidak pernah menyerah. Aku sangat senang bahwa aku salah” Ko-Teng—
Mendengar
kabar dari Hsu Bo-Chun yang telah berhasil diluar negerinya, saat sedang
memainkan laptopnya, ia kembali menerima sebuah telepon, kali ini manusia itu,
Shen Chia-Yi.
Ko-Ching Teng: Halo
Shen Chia-Yi: Halo, teman lama sedang sibuk yah?
Ko-Ching Teng: tentu saja sibuk
Shen Chia-Yi: tidak peduli hal ini, kamu yang pertama ku beritahu
Ko-Ching Teng: apaan? kalau ada waktu luang, kamu ingin aku mengejarmu
lagi ya?
Shen Chia-Yi: kali ini takutnya tidak bisa lagi
Ko-Ching Teng: kenapa?
2005
...
saat
di resepsi pernikahan Shen Chia-Yi.
Hu
Chia-Wei : menyesalkan ! dulu
aku gampang sekali dikejar, tapi kalian semua mengejar Shen Chia-Yi.
Liao
Ying Hung: kalau begitu aku
mengejarmu sekarang masih belum terlambatkan?
Hu
Chia-Wei : dasar kamu !
(memukul Liao dan diikuti tawaan teman-temannya)
Hsu
Bo-Chun: sebenarnya, aku dulu
tidak pernah serius mengejar Shen Chia-Yi.
Tsao
Kuo-Sheng: kenapa?
Hsu
Bo-Chun: tapi karena kalian
semua mengejarnya, jadi aku juga ikut-ikut. Hihihihi (diikuti kekehan
teman-temannya yang terpaksa tertawa). Dibandingkan denganku, aku merasa kalian
benar-benar lebih tidak tahu malu. Shen Chia-Yi sekarang sudah menjadi milik
orang lain, kalian ternyata masih punya keberanian datang ke pestanya,
benar-benar bermuka tebal kalian.
Tsao
Kuo-Sheng: Hsu Bo-Chun, kamu cuma
berceloteh saja, ayo minum.
A-Ho: setidaknya aku dulu
juga pernah berhasil mengejar
Ko
Ching-Teng: itu bualanmu lah
Hsu
Bo-Chun: iya benar, bualan
saja
Tsao
Kuo-Sheng: eh iya, mari kita
taruhan, batu gunting kertas, yang terakhir kalah nanti. Sewaktu pengantin pria
dan wanita masuk, dia harus menjegal pengantin pria. (semua teman-temannya
tertawa)
Tsao
Kuo-Sheng: dia jahat sekali !
(diikuti tawaannya).
Hu
Chia-Wei: kalian semua, sama
sekali tidak bisa mendoakan teman bahagia.
Ko
Ching-Teng: Eh, kamu tidak
mengertilah, kalau kamu sangat menyukai seorang wanita, kamu akan tahu untuk
benar-benar mendoakan dia bahagia menikah dengan orang lain adalah selamanya
hal yang tidak mungkin (sebelum
Shen Chia-Yi keluar)
Hsu
Bo-Chun: iya betul, seperti
kita yang sudah ditikam dari belakang ini barulah namanya cinta sejati.
Liao
Ying Hung: iya betul! Cinta
sejati!
Semuanya
Cherrs dan diikuti dengan teriakan “jegal dia” “jegal dia” “jegal dia”. Lalu
lampu disekitar itu pun dimatikan, karena sang pengantin pria dan wanita akan
datang dari pintu yang tadinya ditutup, dan ketika Shen Chia-Yi datang dengan
pengantin prianya menuju pelaminan mereka menyaksikan dengan seksama dan penuh
keharuan terutama pada Ko-Teng ia tersenyum.... pada saat semua orang yang
didalam ruangan bertepuk tangan Ko-Teng mengikuti tepuk tangan tersebut walau
matanya terus melihat kepada seseorang yang sedang menggandeng Shen Chia-Yi
itu, ia tersenyum, terpana, walau hancur. Lalu ia berhenti menepukan tangannya
menggantinya dengan melipatkan tangannya dan memperhatikan Shen Chia-Yi dengan
ketulusan, kedewasaan. Shen Chia-Yi terlihat tersenyum kepada Ko-Teng meski
sedikit langsung memalingkan wajah, dengan penuh ketulusan Ko-Teng membalas
senyuman itu, yang dulu adalah miliknya.
Kembali
menyatukan tangannya untuk bertepuk tangan kepada sang pengantin lalu
berseri-seri saat akhirnya mereka menuju pelaminan.
Saat telah usai berfoto dengan pengantin.
Liao Ying Hung: eh pengantin pria, bagaimana kalau kita berdiskusi?
Pengantin Pria: diskusi apa?
Liao Ying Hung: kami memberikan angpau sebanyak itu, kalau kami ingin
mencium pengantin wanita, bolehkan?
Pengantin Pria: umm... kalau pengantin wanita bilang boleh, ya boleh boleh
saja
Shen Chia-Yi: boleh (tersenyum)
Wwwwwwwaaaaaaaaaaaaaaaa
yang lain kegirangan, namun ditahan oleh si pengantin pria.
Pengantin Pria: tunggu ! mau mencium pengantin wanita boleh... tapi kalian
mau mencium pengantin wanita seperti apa, kalian harus menciumku seperti itu
juga terlebih dahulu, bagaimana? Begini baru adilkan
Hsu Bo Chun: aku tidak pernah mendengar tamu ingin mencium pengantin
wanita harus melewati halangan seperti ini dulu
A-Ho: iya
benar,
Hsu Bo Chun: kamu terlalu pelit
A-Ho: yang
benar saja
Pengantin Pria: kalau begitu ya sudah tidak bisa
Hu Chia-Wei haa..haa.. kalian putuskan mau gimana
(saat
semua kawan sudah kebingungan mau dillakuin atau menyerah, tiba-tiba Ko Ching
Teng menyerobot bibir si pengantin pria hingga terbawa hingga kebelakang, demi
cintanya kepada Shen Chia-Yi ia rela melakukan apa saja, terbukti demi mendapat
izin mencium Shen Chia-Yi disaat teman-temanya merasa keberatan karena harus terlebih
dahulu mencium si pengantin pria, lain halnya dengan Ko-Teng, ia tidak tahu
malu dalam hal apapun demi apa yang dia inginkan, dia memang pria bergenre
cinta sejati dan membuat Shen Chia-Yi tak kuasa melihat kerelaan pengorbanan Ko
Ching-Teng dan tak kunjung membuat Shen Chia-Yi tertawa).
Disegmen
ini semuanya melakukan flashback, kembali saat-saat dimana mereka bertengkar
dikelas lalu diperlihatkan segmen-segmen tersembunyi yang menjadi kunci dalam
perjalanan cerita, dimana pada saat Ko-Teng rela-rela dihukum karena memberikan
bukunya kepada Shen Chia-Yi, ketika pertengkaran hebat, balon udara, pokoknya
semuanya, tidak ada yang terlewatkan. Ada satu waktu pada segmen sesudah
kelulusan, suara Shen Chia-Yi disensor saat berbicara kepada Hu Chia-Wei
tentang apakah telah memutuskan untuk dengan siapa, tenyata disitu Shen Chia-Yi
berbisik, “Kalau Ko Ching-Teng menyatakan
perasaannya padaku, aku akan sangat senang”.
Ko Ching-Teng: Maaf, memang aku yang
terlalu kekanak-kanakan
Ko-Ching Teng : sebetulnya apalah hebatnya bisa mengerjakan ini. aku berani
bertaruh, 10 tahun lagi walaupun aku tidak tahu apa itu “Log”, aku masih bisa
hidup baik-baik.
Shen Chia Yi: emmm...
Ko-Ching Teng : kamu tidak percaya?
Shen Chia Yi: percaya kok,
Ko-Ching Teng : percaya lalu kenapa masih belajar giat?
Shen Chia Yi: dalam kehidupan manusia memang
banyak usaha yang tidak membuahkan hasil
Shen
Chia-Yi : apa kamu ingin tahu
jawabannya ?
Padahal
dibalon itu, Shen Chia-Yi menuliskan “Baik,
mari kita berdua pacaran”.
Shen Chia-Yi: Benar-benar iti terhadap mereka ya, terimakasih
karena kamu telah menyukaiku,
(setelah
beres mencium, teman-temanya berlarian mencium si pengantin pria juga, dan Ko-Teng
menghampiri Shen Chia-Yi)
Ko-Teng: kalau begitu, aku akan
tetap kekanak-kanakan yah
Shen
Chia-Yi: iya, harus
(tersenyum).
(Selamat Menempuh Hidup Baru, Masa
Remajaku)
Duduk
didepan, duduk dibelakang, ketika baju seragam seorang anak laki-laki mulai ada
bercak tinta biru, sekali menoleh ke belakang, nampak senyuman dari seorang
anak perempuan yang membawa jiwa anak laki-laki tersebut kedalam mimpi selama
bertahun-tahun, terikat seumur hidup. Tahun itu, gadis yang sama-sama kami
kejar.







































+720p+HDTV+550MB+hnmovies.jpg)
+bluray+screen.jpg)








What is the casino? - SEPT
BalasHapusThe best casino online is the One https://jancasino.com/review/merit-casino/ of the main reasons casinosites.one why people are spending money septcasino on a game is 토토 by having a few options. kadangpintar One of the reasons